Minggu, 02 Oktober 2016

3 WNI berhasil dibebaskan dari kelompok Abu Sayyaf

3 WNI berhasil dibebaskan dari kelompok Abu Sayyaf

 Kementerian Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan pemerintah Indonesia bersama militer Filipina berhasil membebaskan tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

"Saya ingin menyampaikan informasi terkait pembebasan tiga sandera Warga negara Indonesia atas nama Feri Arifin, M Mahbur Dahlan dan Edi Suryono, tadi malam telah dijemput oleh tim khusus dan telah dibebaskan pada pukul 23.35 waktu setempat," kata Retno di Kantor Panglima TNI, Jalan Merdeka Barat Nomor 2 Jakarta Pusat, Minggu (2/10).

Reto melanjutkan, 3 WNI ini sekarang berada di Sulu dan sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke Indonesia.

"Sebelum bertemu dengan teman-teman media kita sudah melakukan pengecekan di lapangan. Ketiga sandera tersebut saat ini sedang berada di Sulu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan," beber Retno.

Proses selanjutnya, sambung Retno, ketiga warga negara Indonesia tersebut akan dibawa ke Samboanga untuk diterima secara resmi kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini akan diwakili kedutaan besar Republik Indonesia di Manila.

"Mengenai masalah kepulangan akan kami sampaikan setelah proses yang harus dilakukan di Samboanga telah selesai," jelasnya.

Lebih jauh dia menegaskan pihaknya sudah memberitahu keluarga 3 WNI tersebut dan sedang membahas kepulangan.

"Keluarga ketiga sandera tersebut telah dihubungi oleh Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan masalah pembebasan tersebut," ungkapnya.

"Sementara itu masih ada dua sandera yang masih ada di lapangan yaitu atas nama Robin Peter dan M Nasir. Dalam hal ini pemerintah Indonesia masih berupaya sekuat tenaga untuk membebaskan kedua saudara kita tersebut," pungkasnya.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Jangan Kaget, Ternyata Ini Jenis Film Porno Kesukaan Kaum Hawa



Jakarta Pada umumnya, film porno dibuat untuk menjadi penyegar pikiran para kaum pria bukan wanita. Namun seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak wanita yang juga suka menonton film porno dan bahkan membutuhkannya untuk membuat dirinya menjadi lebih terangsang.

Namun, apakah film kesukaan porno para wanita ini sama dengan yang umumnya disukai oleh pria?

Melansir Alter Net, Sabtu (1/10/2016), seorang ahli saraf bernama Ogi Ogas dan rekannya Sai Gaddam, penulis buku bertajuk 'A Billion Wicked Thoughts' bekerja sama melancarkan sebuah penelitian terhadap pornografi visual dan keterkaitannya pada selera wanita.

Hasil penelitian mereka akan membuat banyak orang kaget. Ini dikarenakan, mereka menemukan bahwa wanita yang menyukai film porno ternyata lebih memilih tayangan yang bersifat hardcore atau agresif layaknya kebanyakan pria.

"Penelitian kami menunjukan bahwa tontonan porno wanita tidak sama dengan ekspektasinya di kehidupan nyata atau yang mereka anggap normal," ungkap keduanya.

Ini membuktikan bahwa, tontonan porno terfavorit kaum hawa tidak selalu yang bersifat pasif atau women-friendly, namun lebih seperti pria dan memiliki unsur petualangan.

"Film porno yang bersifat agresif membuat mereka lebih bersemangat dan juga lebih mungking memberikan mereka kesan akhir yang memuaskan," tutup mereka.

BRI Gandeng Startup Bikin Layanan Finansial Digital


Sejalan dengan program pemerintah, BRI turut ambil bagian dalam menumbuhkembangkan dunia startup di Tanah Air. Untuk itu, mereka menggelar BRI Digital Challenge.

Lewat ajang ini, para startup ditantang berinovasi memecahkan berbagai macam permasalahan layanan keuangan melalui solusi digital. Sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan keuangan, khususnya para pelaku UMKM.

"Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak hal-hal kecil yang dapat dioptimalkan menggunakan teknologi seperti proses berjalannya usaha kecil, urusan pembayaran yang menggunakan sistem cashless yang kini bisa dirasakan dari perkotaan sampai ke pelosok dan berbagai hal lainnya yang bisa dimaksimalkan dengan penggunaan teknologi yang tepat," kata Hari Siaga Amijarso Corporate Secretary BRI.
"Melihat bahwa saat ini semakin banyak masyarkat Indonesia yang paham akan teknologi, kami ingin memanfaatkan BRI Digital Challenge ini untuk mendongkrak kreatifitas untuk meningkatkan produktifitas, efiesiensi sekaligus kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan teknologi aplikasi yang bermanfaat" imbuh Hari. 

Ada empat tema besar yang dibawa BRI Digital Challenge, yakni empowering UMKM, empowering cashless society, empowering c-generation, dan empowering rural society dengan pemanfaatan satelit BRI (BRIsat)

Rangkaian kegiatan BRI Digital Challenge sendiri dimulai 19 Agustus lalu dengan dibukanya proses submisi ide produk atau aplikasi. Sebanyak 792 ide disodorkan oleh lebih dari 1.500 pengambang.

Para peserta tersebut tidak saja datang dari berbagai daerah di Indonesia. BRI mencatat ada sejumlah peserta dari berbagai negara, terjauh berasal dari Amerika Serikat.

Semua ide yang masuk kemudian dilakukan penyaringan. Pada 15 September lalu, BRI mengumumkan 121 ide yang usung 375 pengembang untuk melaju ke proses akhir. Jumlah ide yang diambil disesuaikan dengan usia BRI yang menginjak 121 tahun pada 16 Desember 2016.

Puncak acaranya sendiri adalah hackathon day. Kegiatan ini akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten pada 30 Sepetmber hingga 1 Oktober 2016. Para finalis BRI Digital Challenge bakal memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 295 Juta. 

Pekerja Proyek Jembatan Tenggelam di Kali Sunter dan Belum Ditemukan


Seorang pekerja proyek pembangunan Jembatan Kali Sunter tenggelam di Kali Sunter. Pekerja itu belum ditemukan dan proses pencarian masih dilakukan. 

"Betul, kejadiannya pukul 10.35 WIB," tutur petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Subarlan saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (1/10/2016).

Subarlan mengatakan pekerja proyek jembatan itu bernama Sudirin (44), warga Bojonegoro. "Menurut informasi, dia itu berenang, dan saat sudah kelelep (tenggelam), ditolongin nggak mau, dilempari tambang (untuk ditolong) nggak mau," imbuh Subarlan.

Hingga pukul 15.15 WIB, tubuh Sudirin masih belum ditemukan. "Yang mencari dari Damkar saja, ada 20-an personel dengan 3 perahu karet," tandas dia.

Jembatan Kali Sunter yang sedang dalam proses pembangunan menghubungkan Jalan Sindang Terusan dengan Jalan Inspeksi Kali Sunter (Waduk Rawa Badak), Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara 

Rabu, 28 September 2016

Pelaku Pembunuh Gadis 16 Tahun Minta Tidak Dihukum Mati


Ismail (20), otak pelaku pembunuhan Siti Habibah (16) mengaku takut apabila dihukum mati. Tersangka mengaku kerap dihantui korban usai melakukan pembunuhan dan membuang jasad korban di dalam parit eks PTPN IX, Jl Perhubungan Pasar 11, Desa Sei Rotan/Tembung, Kecamatan Percut Seituan.

"Janganlah (dihukum mati), Pak. Enggak berani," ungkap tersangka sembari menundukkan kepalanya dalam-dalam, Rabu (28/9/2016) sore.
Ismail mengaku merasa bersalah telah membunuh Siti Habibah.

"Saya sayang dia. Tapi dia selingkuhi saya. Banyak kali cowoknya," kata warga Jl Pasar IV Jati Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang ini.
Dalam kasus ini, ada lima tersangka lainnya yang ikut dibekuk. Mereka adalah M Arif Prayoga, Kasiono, Unrik Santoso,
Andre dan Tara.

Tersangka Arif ketika diwawancarai tribun-medan.com berdalih tidak tahu menahu jika Ismail membunuh pacarnya. Arif sebelumnya hanya dimintai tolong untuk meminjamkan sepeda motor Honda Supra 125 BK 5292 II miliknya.
"Saya enggak tahu kalau Mail bunuh pacarnya itu. Dia cuma pinjam motor saya. Katanya waktu itu, mau jumpai pacarnya," terang remaja bertubuh kurus ini.

Jessica Ungkap Alasannya Tidak Hadiri Pemakaman Mirna

Jessica Ungkap Alasannya Tidak Hadiri Pemakaman Mirna

 Terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, mengaku dapat perlakuan tak menyenangkan dari seseorang yang mengaku sebagai bibi dari Mirna.
Hal itu diungkapkan Jessica dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

"Ada yang ngaku tantenya Mirna, dia bilang ke saya, kalau dia tahu ada temannya Mirna yang taruh sesuatu ke kopinya dan kerekam CCTV sama ada yang lihat. Dia menekankan temannya Mirna yang itu, saya pikir, Mirna kan datangnya sama Hanie, berarti saya dong. Itu membuat saya enggak nyaman," kata Jessica di hadapan majelis hakim.

Kejadian itu disebutkan Jessica dia alami ketika berkunjung ke rumah duka Mirna di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat. Cerita Jessica ini sekaligus untuk menjelaskan bahwa dia sempat mendatangi rumah duka untuk melayat Mirna yang telah meninggal dunia.

Terkait dengan pemakaman, Jessica memutuskan untuk tidak hadir karena perlakuan yang dia terima dari seseorang yang mengaku sebagai bibi Mirna. Meski begitu, Jessica mengaku tahu kapan Mirna akan dimakamkan.

Senin, 26 September 2016

Beri Kaporit Kolam Bundaran HI, Petugas Pertamanan DKI Tewas


Seorang petugas dari Dinas Pertamanan DKI Jakarta, Sugito (47) meregang nyawa saat berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Dia meninggal usai memberi kaporit di sekitar kolam ar mancur.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Suyatno, mengatakan Sugito berada di dalam air saat menaburkan kaporit. Saat itu dia diawasi salah satu pengawasnya bernama Sukirno. Selain itu, dua rekan Sugito yaitu Rudi dan Untung juga tengah membersihkan sekitar Bundaran HI.

"Sekitar pukul 10.45 WIB, korban diperintah oleh pengawas Sukirno untuk menaburkan kaporit di kolam air mancur. Kurang lebih 20 menit, korban di dalam kolam. Namun, korban tidak tampak di permukaan air," ucap Suyatno di Jakarta, Senin (26/9/2016).

Karena tak kunjung muncul, Rudi dan Untung mencari Sugito. Kemudian sekitar pukul 11.15 WIB, Sugito berhasil ditemukan.

"Melihat Sugito tak bergerak, pengawas meminta petugas ambulans yang bersiaga di depan Polsek Thamrin. Di sana diupayakan untuk menambah oksigen dengan cara memompa (dada). Tapi tidak bergerak dan bernapas," tegas Suyatno.

Sugito lantas dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun, belum sampai di sana, nyawa Sugito tidak tertolong.

"Sekitar pukul 11.30 WIB, korban meninggal saat dibawa ke RSCM," tandas Suyatno.

Sementara itu, Sukirno menyatakan, dialah yang menyarankan agar Sugito segera dibawa ke RSCM. Dia masih shock atas kejadian tersebut.

"Saya sarankan segera dikirim ke RSCM untuk mendapatkan pertolongan medis karena memang enggak bergerak dan enggak bernapas," kata Sukirno.