Kristen Lindsey, seorang dokter hewan di Austin, negara bagian Texas, Amerika Serikat membunuh seekor kucing dengan menggunakan panah. Gambar kucing mati dengan anak panah yang masih menancap pun diunggah ke jejaring media sosial Facebook. Selasa (18/10/2016), aksi dokter hewan itu pun mendatangkan pelajaran berharga baginya. Izin praktik yang dipegangnya ditangguhkan selama satu tahun, dan dia harus menjalani masa percobaan profesi selama empat tahun.
Awalnya, Kristen Lindsey mengunggah foto di Facebook pada April 2015, yang menggambarkan seekor kucing berbulu kuning tewas tertancap anak panah di kepala. Gambar itu kontan mengundang kecaman dari kalangan pecinta binatang di seluruh AS. Pemilik klinik hewan Washington di Brenham tempat di mana Lindsey bekerja selama dua tahun terakhir, menemukan gambar itu dan langsung memecatnya.
Dalam foto itu, Lindsey mengunggah komentar, "Korban pertama dari panah saya. Seekor kucing dengan anak panah di kepala. Penghargaan tahunan, diterima dengan senang." Para juri di pengadilan mengambil keputusan dua bulan setelah itu. Mereka menyatakan foto itu bisa menjadi bukti sebagai dasar tuntutan pidana. Perkara tak berhenti sampai di situ. Keluhan yang dialamatkan kepada Dewan Kedokteran Hewan mengakibatkan dilakukannya penyelidikan profesional.
Lantas digelar rapat dengar pendapat untuk menentukan apakah lulusan Universitas Negeri Colorado itu masih berhak memegang lisensi sebagai dokter. Sementara, Lindsey berjuang keras untuk mempertahankan lisensi di tangannya. Pengacara Lindsey, Brian Bishop, menyatakan aksi dokter hewan itu dilakukan terhadap kucing yang mengidap penyakit berbahaya, dan kala itu terlibat perkelahian dengan kucing lain.
"Saat itu dia sedang melindungi kucing peliharaannya sendiri, dari serangan kucing liar itu," kata Bishop, seperti dikutip USA Today.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar